Posisi saat ini: Rumah / Pesan / Kisah Sukses 2 Pelatih Lokal Melahirkan Kiper Andal Timnas Indonesia: Kami Hanya Bantu Mereka Jadi Versi Terbaik

Kisah Sukses 2 Pelatih Lokal Melahirkan Kiper Andal Timnas Indonesia: Kami Hanya Bantu Mereka Jadi Versi Terbaik

Penulis:Wartawan Olahraga Tanggal:2025-11-29 13:30:02
Dilihat:15 Pujian
Dua pelatih kiper, Benny van Breukelen dan Alan Haviludin, dalam beberapa tahun terakhir memiliki peran yang signifikan membentuk karakter penjaga gawang yang mampu menembus Timnas Indonesia. (Bola.com/Gatot Sumitro)

Kediri - Beberapa tahun terakhir banyak muncul kiper lokal bagus di kompetisi Tanah Air. Namun, di BRI Super League 2025/2026 hanya hitungan jari klub yang masih percaya dengan kiper lokal.

PSM Makassar dan Persebaya Surabaya termasuk kontestan kasta tertinggi yang konsisten memakai jasa potensi lokal di bawah mistar gawang.

Mencuatnya kiper mumpuni itu tak lepas dari peran sang pelatih yang menggembleng mereka hingga mampu bersaing dengan sosok asing yang kini banyak menghiasi kompetisi Indonesia.

Dalam pembahasan pelatih kiper ini, kita patut apresiasi jasa Benyamin Van Breukelen dan Alan Haviludin. Dua figur ini telah melahirkan kiper lokal yang berhasil menjadi andalan Timnas Indonesia saat ini.

Meskipun punya andil besar, baik Benny Van Breukelen, sapaan karib Benyamin Van Breukelen, dan Alan Haviludin, tak merasa mereka yang menjadikan anak didiknya jadi kiper mumpuni hingga menembus skuad Garuda.

"Intinya saya hanya membantu mereka untuk menjadi yg terbaik. Kalau mereka tidak punya kemampuan, enggak mungkin dia jadi kiper bagus," kata Benny Van Breukelen yang menjadikan Ernando Ari terus berkibar sebagai kiper utama Persebaya dan Timnas Indonesia mulai kelompok umur hingga level senior ini.

"Saya hanya mengarahkan Reza Arya dan M. Ardiansyah bagaimana seorang kiper. Pada dasarnya mereka sudah punya potensi jadi kiper hebat. Kalau akhirnya mereka bisa jadi andalan klub dan Timnas Indonesia, itu hasil kerja kerasnya," ungkap Alan Haviludin yang pernah melatih dua kiper PSM yang kini masuk Timnas Indonesia Senior dan U-23.

 

 

Menempa Mentalitas Kiper

Pelatih kiper Persebaya Surabaya, Benny van Breukelen. (Bola.com/Aditya Wany)

Benny Van Breukelen, yang kini memasuki usia 62 tahun, sempat sebagai penjaga gawang Timnas Indonesia era 1981-1991. Pria asal Medan, Sumut, ini pernah membela klub Galatama seperti Timnas Inti, Niac Mitra, dan Arseto.

"Saya biasa saja melatih kiper. Tidak ada ilmu khusus. Saya hanya selalu tekankan, saya tak suka kiper yang cengeng, apalagi pemalas," ujar Benny.

"Seorang kiper itu harus mempunyai mental yang sangat kuat. Saya malah senang jika kiper itu minta latihan tambahan," ucapnya.

Menurut Benny Van Breukelen karena permainan bola itu tujuannya selalu ke gawang. Maka seorang kiper harus selalu konsentrasi penuh.

"Kiper yang saya tangani harus serius dan konsentrasi penuh. Baik di latihan maupun pertandingan. Jika di latihan saja tak fokus, di lapangan pasti akan bikin kesalahan," jelasnya.


3 Aspek Penting Jadi Kiper

Pelatih kiper Timnas Indonesia, Alan Haviludin, saat latihan jelang laga kualifikasi Piala Dunia di SUGBK, Jakarta, Senin (2/9). Indonesia akan berhadapan dengan Malaysia. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Sementara Alan Haviludin punya standar kepelatihan. Dia selalu menekankan tiga aspek penting yang harus selalu diterapkannya, yaitu teknikal, taktikal, dan psikologis.

"Metodologi yang saya bangun, saya tidak fokus dengan variasi latihan, tapi fokus pada detail-detail kecil di latihan," ujar Alan Haviludin.

"Menurut saya hal-hal kecil itu yang akan membuat perubahan besar," tuturnya.

 

Komentar

Kirim komentar
Galat kode pemeriksaan, silakan masukkan kembali
avatar

{{ nickname }}

{{ comment.created_at }}

{{ comment.content }}

IP: {{ comment.ip_addr }}
{{ comment.likes }}