
Yogyakarta - Gelandang PSIM Yogyakarta, Ze Valente, ikut menyuarakan keprihatinan atas situasi politik di Indonesia. Pada Kamis (28/8/2025), ribuan buruh bersama masyarakat turun ke jalan menggelar aksi di depan Gedung DPR/MPR RI.
Mereka menyuarakan berbagai tuntutan, mulai dari penolakan upah minimum dan kenaikan tunjangan anggota DPR, penghentian gelombang PHK, pengesahan RUU Perampasan Aset hingga revisi Undang-Undang Pemilu.
Unjuk rasa besar-besaran itu bahkan memakan korban jiwa. Driver ojek online (ojol) bernama Affan Kurniawan tewas dilindas kendaraan taktis (rantis) Brimob Polda Metro Jaya di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat.
Tewasnya Affan Kurniawan memicu kemarahan publik. Banyak netizen +62 yang mengecam tindakan aparat kepolisian di media sosial. Tidak terkecuali para pesepak bola yang berkiprah di Indonesia.
"Demokrasi kata mereka, di mana kekuasaan digunakan untuk membungkam dan menekan, di mana mereka mendapatkan rasa hormat melalui rasa takut dan hukuman, bukan melalui teladan yang baik, karakter yang baik, dan kasih sayang," tulis Ze Valente di story akun Instagramnya.
Kenakan Pita Hitam
Sebagai bentuk keprihatinan atas insiden yang menimpa Affan Kurniawan, skuad PSIM mengenakan pita hitam di lengan saat melawan Malut United pada pekan keempat BRI Super League 2025/2026, Sabtu (30/8/2025) malam WIB.
Dalam pertandingan berlangsung di Stadion Gelora Kie Raha, Kota Ternate, Maluku Utara itu, PSIM menang dua gol tanpa balas via Nermin Haljeta pada menit ke-70 dan Savio Sheva di menit ke-74.
"Dalam duka yang mendalam, kami mengenakan pita hitam sebagai tanda penghormatan. Doa kami bersama Affan Kurniawan," tulis PSIM Yogyakarta di akun media sosial klub sebelum pertandingan.
Belum Terkalahkan

Hasil positif ini membuat tren tak terkalahkan PSIM di Super League terus berlanjut. Laskar Mataram bahkan menjadi satu-satunya tim promosi yang belum tercoreng kekalahan.
Kemenangan atas Malut United membikin Laskar Mataram melesat ke peringkat keempat klasemen sementara Super League. Saat ini, PSIM mengumpulkan delapan poin, hasil dari dua menang dan dua hasil imbang.
Sesudah ini, BRI Super League bakal rehat sejenak karena agenda FIFA Matchday. Kompetisi kasta teratas Liga Indonesia itu diliburkan selama 12 hari dan kembali bergulir pada 11 September mendatang.