Kerjasama Bisnis TG:@LIUO9527
Posisi saat ini: Rumah / Pesan / Bek Madura United Berbelasungkawa untuk Affan Kurniawan, Singgung Makna Demokrasi

Bek Madura United Berbelasungkawa untuk Affan Kurniawan, Singgung Makna Demokrasi

Penulis:Wartawan Olahraga Tanggal:2025-08-30 16:30:02
Dilihat:1 Pujian
Bek asal Spanyol, Ruxi, menjadi bagian dari Madura United untuk BRI Super League 2025/2026. (Bola.com/Wahyu Pratama)

Jakarta - Bek Madura United, Roger Bonet, menyampaikan duka cita mendalam atas berpulangnya Affan Kurniawan, seorang driver ojek online (ojol) yang meninggal dunia dalam kerusuhan di Jakarta (28/8/2025).

Korban yang masih berusia 21 tahun itu datang ke lokasi bukan untuk menyuarakan aspirasi, tetapi hanya menjalankan tugas mengantarkan paket makanan.

Naas, sebuah kendaraan taktis (rantis) milik Brigade Mobil (Brimob) menabraknya. Walau sempat diantar ke rumah sakit, nyawanya tak tertolong. Affan menjadi martir tindakan represif aparat keamanan dalam mengamankan aksi demonstran.

"Sebelum memulai, ini sulit untuk berbicara tentang sepak bola setelah apa yang terjadi di Jakarta," buka pemain yang karib disapa Ruxi itu dalam sesi jumpa pers pra laga kontra Bali United.

"Saya mengucapkan belasungkawa atas meninggalnya Affan, driver ojek online. Saya sangat sedih akan hal itu," imbuh pemain Madura United asal Spanyol tersebut.

 

Seharusnya Melindungi

Bek asal Spanyol, Ruxi, menjadi bagian dari Madura United untuk BRI Super League 2025/2026. (Bola.com/Wahyu Pratama)

Pria yang memegang lisensi kepelatihan A UEFA ini mengaku kaget dengan apa yang terjadi di ibu kota. Tepat di saat dia dan rekan-rekannya akan bertanding.

Dari apa yang dia lihat di sosial media, kematian Affan Kurniawan sungguh tragis. Membuatnya khawatir situasi serupa akan terjadi di kemudian hari.

"Saya pikir polisi itu ada untuk melindungi masyarakat. Saya pikir ini tidak boleh terjadi lagi," tegasnya.


Tak Takut Bersuara Lantang

 

Sebagai ekspatriat, pemain bernama lengkap Roger Bonet Badia itu terbilang berani. Dirinya tak takut menyuarakan kebenaran.

Saat bermain untuk PSIS Semarang pada musim lalu, Ruxi mengungkapkan kasus tunggakan gaji yang mendera. Sejumlah pemain termasuk dirinya tak mendapatkan haknya selama beberapa bulan.

Kasus tersebut pada akhirnya membuat Mahesa Jenar mendapatkan larangan transfer dari FIFA. Hingga saat ini, tunggakan gaji tersebut belum terselesaikan.


Ajari Arti Demokrasi

Kegusaran Ruxi terhadap apa yang terjadi di Indonesia, diungkapkan lewat media sosialnya. Tak sepantasnya masyarakat dikebiri saat menyuarakan pendapatnya.

"Kematian di tangan polisi tidak dapat diterima. Demokrasi berarti melindungi rakyat, bukan membungkam mereka."

"Indonesia harus bercermin, melakukan reformasi, dan memastikan hal ini tidak pernah terjadi lagi. R.I.P."

"Hidup kita mulai berakhir pada hari di mana kita diam terhadap hal-hal yang penting. Keadilan untuk Affan. Keadilan untuk Indonesia," tutupnya.

Komentar

Kirim komentar
Galat kode pemeriksaan, silakan masukkan kembali
avatar

{{ nickname }}

{{ comment.created_at }}

{{ comment.content }}

IP: {{ comment.ip_addr }}
{{ comment.likes }}